top of page

Penulis :

Iwan Dewanto

Muhsin Budiono

 

Sinopsis :

Keluarga merupakan harta yang paling berharga. Ungkapan ini terasa sederhana namun sarat akan kedalaman makna. Sebagai kelompok kecil masyarakat dengan ikatan kekerabatan yang erat, kehadiran keluarga senantiasa mampu memberikan dukungan emosional dan sosial dalam menghadapi segala tantangan dan perubahan hidup.

 

Keluarga juga menjadi tempat untuk mewariskan budaya dan nilai-nilai luhur yang akan menjadi cerminan diri. Di sanalah kepribadian masing-masing anggota keluarga terbentuk menjadi akar nilai yang dihayati dalam kehidupan keseharian. Begitu pula dengan jaringan relasi sosial dan solidaritas kebersamaan dalam keluarga mampu memberikan dukungan dan dampingan perawatan antar sanak saudara yang membutuhkan, hingga menghadirkan ketenangan satu sama lain.

 

Saya menyambut baik terbitnya buku “PILAR” yang menuturkan mengenai peran sosok pionir keluarga dalam memutus mata rantai sandwich generation. Sosok Pilar yang ada dalam diri “Pakde Wur” mampu memberikan pesan tentang nilai pengorbanan dan tanggung jawab dalam keluarga. Selamat kepada penulis yang berhasil mengisahkan narasi keluarga dalam buku ini secara terperinci.

 

Saya sendiri mengenal almarhumah Prof. Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto, yang dalam buku ini disebut sebagai generasi kedua keluarga Bapak Soetomo Gondodinoto dan Raden Ayu Suhandimah Tjitroadidjojo, sebagai sosok yang memiliki nilai kepemimpinan, memegang teguh nilai kesabaran, berjiwa pendidik, dan berintegritas dalam tugas.

 

Sebagai Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian di UGM, beliau dikenal selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan menjadi Dekan Perempuan pertama di FTP UGM yang berjasa besar dalam pengembangan pendidikan.

 

Buku ini akan dipublikasikan bersamaan waktunya dengan Orasi Pengukuhan Ir. Wahjudi Wardojo MSc, putra ke lima dari keluarga besar Soetomo Gondodinoto, yg memperoleh anugerah gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Gadjah Mada di bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati.

 

Sebagai catatan biografi keluarga, buku “PILAR” ini berhasil mengajak pembaca untuk menilik kembali bagaimana sebuah keluarga harus dimaknai, dihargai, dan dihidupi dengan nilai-nilai keutamaan yang diwariskan di setiap jejak generasi. Setiap manusia memiliki keunikan dalam proses perkembangan ruang hidupnya masing-masing. Namun mereka tetap menjadi bagian dari generasi yang dirawat dalam ruang batin keluarga yang memiliki akar keutamaan adab kehidupan.

 

Seperti yang dituliskan di awal buku ini bahwa “Keluarga itu layaknya seperti cabang pohon tempat kita bertumbuh. Meskipun bertumbuh ke arah berbeda, namun akarnya tetap satu”.

PILAR : Peran Pionir Keluarga dalam Memutus Mata Rantai Sandwich Generation

Rp0,00Price
Quantity
    bottom of page