top of page

Penulis :

Diani Prisinda, drg., Sp.KG., Subsp.KE., MARS.
Yolanda, drg., Sp.KG., Subsp.KR.

 

Sinopsis :

American Association of Endodontists menyatakan bahwa endodontik merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang menangani perawatan berfokus pada diagnosis gigi dan perawatan saluran akar serta hal-hal yang berkaitan dengan struktur dalam gigi dengan tujuan untuk menjaga gigi yang tersisa dengan konservatif dan menghilangkan serta membersihkan jaringan nekrotik di dalam pulpa dan saluran akar gigi. Gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik memiliki struktur gigi yang lemah dibandingkan dengan gigi vital karena hilangnya struktur integritas akibat karies yang meluas, trauma, dan tindakan pada saat prosedur endodontik. Struktur yang melemah ini dapat memberikan efek terhadap ketahanan gigi tersebut untuk jangka waktu yang panjang. Integritas dan durabilitas gigi pasca perawatan endodontik lebih rapuh dan mudah fraktur di bawah tekanan oklusal dibandingkan dengan gigi vital karena terjadinya perubahan pada resistensi ketahanan gigi dan modulus elastisitas.  
Dentin gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik mengalami pengurangan resistensi ketahanan terhadap fraktur akibat proses preparasi akses perawatan saluran akar dan penurunan kandungan air di dalam dentin. Kekuatan gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik terhadap tekanan oklusal dan gaya tarik pada arah vertikal bergantung kepada pemilihan material restorasi, teknik persiapan sebelum restorasi, akses endodontik, dan struktur gigi yang tersisa. Restorasi gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik dengan kehilangan struktur mahkota gigi yang signifikan membutuhkan inti yang ditanam bersama pasak, para peneliti berpendapat hal ini berfungsi untuk mempertahankan restorasi mahkota. Chuang et al. menyatakan bahwa gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik memiliki resiko tinggi terhadap kegagalan biomekanik akibat hilangnya substansi gigi, oleh sebab itu penggunaan pasak direkomendasikan untuk membantu retensi restorasi dan menopang gigi dengan mendistribusikan kekuatan intraoral di sepanjang saluran akar. 
Permasalahan yang muncul terhadap gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik adalah kehilangan struktur mahkota yang banyak membuat restorasi gigi membutuhkan bantuan retensi yang memadai ke saluran akar. Permasalahan berikutnya adalah gigi mengalami penurunan resistensi struktur gigi yang tersisa dan permintaan akan hasil yang estetis, oleh sebab itu pasak fiber-reinforced composite yang merupakan standar emas dan dianggap sebagai bahan pasak yang cukup baik untuk gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik. Penelitian mengungkapkan bahwa pasak fiber-reinforced composite memiliki modulus elastisitas yang mendekati dentin yaitu sebesar 18-40 Gpa dan dapat meningkatkan distribusi tegangan di sepanjang saluran akar. Hal ini dapat membantu mengimbangi struktur gigi yang melemah dan distribusi tegangan yang merata yang dapat mengurangi resiko fraktur akar. Pasak fiber-reinforced composite memiliki warna yang mirip dengan gigi sehingga dapat meningkatkan estetika restorasi. 
Pasak fiber-reinforced composite dinilai memiliki keunggulan dalam hal resistensi yang ditunjukkan dengan minimnya ditemukan fraktur (gigi, pasak, dan akar gigi), ketahanan restorasi yang baik terhadap tekanan gigi alami, dan integrasi jaringan gigi yang tersisa terhadap tekanan gigi alami. Performa retensi pasak fiber-reinforced composite dinilai memuaskan dengan tidak terlepasnya pasak selama fungsi normal, ketahanan pasak dan restorasi terhadap kekuatan tarik pada arah vertikal yang baik, dan seal yang baik sehingga dapat mencegah timbulnya karies

Performa Penggunaan Pasak Fiber Reinforced Composite Dalam Perawatan Endodontik

Rp0,00Price
Quantity
    bottom of page