Penulis :
Abel Tasman Yuza
Asri Arumsari
Sinopsis :
Osteodistraksi atau distraction osteogenesis adalah teknik medis untuk memanjangkan tulang atau membentuk tulang baru dengan memanfaatkan kemampuan regenerasi alami tubuh. Prinsipnya sederhana: tulang dipotong melalui prosedur osteotomi, kemudian kedua ujungnya ditarik secara perlahan dan bertahap menggunakan alat khusus yang disebut distractor. Penarikan dilakukan sekitar 0,5–1 mm per hari setelah masa laten 3–7 hari. Selama proses ini, di celah yang terbentuk akan muncul jaringan kalus yang kemudian mengeras menjadi tulang baru. Keunikan teknik ini adalah jaringan lunak di sekitarnya seperti otot, pembuluh darah, saraf, dan kulit juga ikut memanjang bersamaan, sehingga hasil akhirnya lebih stabil dan fungsional.Dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial, osteodistraksi memiliki banyak indikasi. Teknik ini awalnya dikembangkan untuk mengatasi hipoplasia mandibula atau rahang bawah yang kurang tumbuh pada kasus sindrom bawaan seperti Pierre Robin dan Treacher Collins. Saat ini penggunaannya meluas untuk menutup defek tulang segmental akibat trauma atau tumor, meninggikan tulang alveolar yang atrofi sebelum pemasangan implan gigi, serta koreksi bedah ortognatik pada kelainan rahang. Secara keseluruhan, osteodistraksi merupakan terobosan penting dalam kedokteran regeneratif. Dengan meniru proses penyembuhan alami tubuh, teknik ini menawarkan solusi yang efektif dan minim invasif untuk memperbaiki kelainan tulang, terutama di area kraniofasial dan ekstremitas.
top of page
Rp 0Price
bottom of page

