top of page

Penulis :

Harmas Yazid Yusuf

Abel Tasman Yuza

Seto Adiantoro Sadputranto

 

Sinopsis :

Gangguan temporomandibula mengacu pada sekelompok kondisi yang melibatkan daerah orofasial yang dibagi menjadi kondisi yang memengaruhi otot-otot pengunyah dan kondisi yang memengaruhi sendi temporomandibula (TMJ). Ciri khasnya meliputi nyeri pada TMJ, keterbatasan gerakan rahang bawah dan bunyi pada TMJ. Gejala-gejala ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan lebih lanjut. Jika tidak, metode konservatif adalah yang pertama digunakan dengan hasil positif pada sebagian besar pasien.

Trias klasik gangguan temporomandibula meliputi nyeri pada sendi temporomandibula, berkurangnya rentang gerak rahang bawah, dan bunyi kliking. Hal ini dapat mengganggu kemampuan pasien untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, berbicara atau menguap, yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidup mereka.

Tanda-tanda umum pada pemeriksaan fisik meliputi nyeri tekan pada otot pterigoid, sendi temporomandibula, dan otot temporalis, serta maloklusi rahang dan krepitasi. Diagnosis didasarkan pada riwayat dan pemeriksaan fisik namun, penggunaan tomografi komputer atau pencitraan resonansi magnetik direkomendasikan jika diagnosis diragukan.

Sebagian besar rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terkait dengan gangguan TMJ hanya berlangsung dalam waktu terbatas. Perawatan mandiri di rumah, fisioterapi untuk rahang, dan penggunaan pelindung mulut dapat efektif dalam mengobati gejala gangguan TMJ.

Pembedahan biasanya merupakan pilihan terakhir setelah tindakan konservatif gagal.

Kelainan Sendi Temporomandibula

Rp 0Price
Quantity
    bottom of page