Penulis :
Aldilla Miranda, drg., Sp. Perio(K)RPI
Dr. Indra Mustika Setia Pribadi, drg., Sp. Perio (K)MP
Sinopsis :
Pemahaman mengenai klasifikasi keterlibatan furkasi penting untuk diketahui. Hal ini akan membantu klinisi dalam menentukan diagnosis, prognosis dan rencana perawatan. Terapi keterlibatan furkasi dapat dilakukan secara bedah dan non-bedah. Terapi bedah dilakukan dengan metode resektif atau regeneratif. Setiap indikasi dan kontraindikasi serta risiko-risiko dalam teknik pembedahan ini perlu diketahui agar mencapat perawatan yang komperhensif.
Kekooperatifan pasien dalam menjaga oral hygiene-nya serta keadaan sosio-ekonomi merupakan penentu dalam perawatan. Jika terapi bedah tidak dapat dilaksanakan, ekstraksi gigi dapat menjadi pilihan untuk perawatan serta dapat dilakukan pemasangan implan. Perawatan keterlibatan furkasi bertujuan untuk mencegah kehilangan perlekatan lebih lanjut dan memfasilitasi untuk peningkatan pemeliharaan area furkasi.
top of page
Rp0,00Price
bottom of page

