Penulis:
Nani Murniati
Harmas Yazid Yusuf
Sinopsis:
Bell's palsy adalah neuropati yang melibatkan saraf kranial ketujuh, yang juga dikenal sebagai saraf wajah. Kelainan ini pertama kali dijelaskan oleh Dr. Charles Bell pada tahun 1821.
Bell's palsy umumnya terjadi unilateral dan dapat komplit atau parsial dengan dampak yang sama. Gejala biasanya memuncak pada minggu pertama dan kemudian secara bertahap sembuh selama tiga minggu hingga tiga bulan.
Peradangan akut dan edema saraf kranial ketujuh dapat menyebabkan terjadinya kompresi pada saraf dan akhirnya terjadi iskemia, tempat yang paling umum adalah pada segmen labirin.
Kelainan ini umumnya disebabkan oleh trauma, infeksi, inflamasi atau kompresi pada saraf. Banyak kasus tanpa etiologi yang jelas dan diklasifikasikan sebagai idiopatik.
Penyebab virus paling umum dari Bell's palsy adalah virus herpes simpleks, virus Epstein-Barr, virus human immunodeficiency dan virus hepatitis B.
Perawatan Bell’s palsy terkait dengan etiologi dan tingkat keparahan penyakit.
Presentasi Bell's palsy pada populasi anak cukup langka dan ini membuat pengenalan dini dan perawatan yang tepat menjadi penting.
Pendekatan terapeutik pada anak melibatkan tim multidisiplin, yang terdiri dari ahli Telinga Hidung Tenggorok, dokter anak, ahli saraf, dokter mata, ahli bedah maksilofasial, ahli bedah plastik dan ahli fisioterapi.
Buku ini mengulas secara singkat tentang Bell’s palsy pada anak dan laporan kasus dari kepustakaan.

