top of page

Judul : Adenoid cystic Carcinoma

Penulis : Harmas Yazid Yusuf & Nani Murniati

Sinopsis :

Adenoid cystic carcinoma adalah tumor ganas kelenjar saliva yang pertama kali dideskripsikan oleh Billroth pada tahun 1859 dengan nama cylindroma, disebabkan oleh penampilan cribriform yang dibentuk oleh sel-sel tumor dengan cylindrical pseudo lumina atau pseudo spaces. Istilah Adenoid cystic carcinoma diperkenalkan oleh Ewing pada tahun 1954.

Terdapat tiga varian histologis Adenoid cystic carcinoma yaitu cribriform, tubular dan solid, tipe cribriform adalah yang paling umum ditemukan dan tipe solid adalah yang paling jarang ditemukan.

Adenoid cystic carcinoma merupakan jenis kanker langka yang dapat terjadi di banyak tempat berbeda pada tubuh manusia. Tumor ini paling sering terjadi di kelenjar saliva tetapi juga dapat ditemukan di payudara, kelenjar lakrimal, paru-paru, otak, kelenjar Bartholini, trakea dan sinus paranasal. Tumor pada kelenjar saliva minor biasanya memiliki kecenderungan untuk menginfiltrasi jaringan lunak ekstra kelenjar dan tulang sehingga memungkinkan peningkatan penyebaran tumor.

Tidak seperti beberapa kanker kepala dan leher lainnya, Adenoid cystic carcinoma tidak terkait dengan penggunaan tembakau, alkohol atau infeksi oleh virus papiloma manusia (HPV).

Tumor ini sering mengaburkan interpretasi karena secara klinis mempunyai ukuran kecil dan pertumbuhan lambat, yang sebenarnya menutupi invasi subklinisnya yang luas dan kemampuan untuk bermetastasis awal sehingga membuat prognosisnya diragukan.

Modalitas terapi adalah pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan terapi kombinasi. Terapi bedah membutuhkan eksisi dengan margin bedah seluas mungkin karena sel tumor melampaui batas klinis dan radiografi.

Adenoid cystic carcinoma merupakan bentuk kanker agresif yang memiliki prospek jangka panjang yang buruk.

Buku ini mengulas secara singkat tentang adenoid cystic carcinoma dan laporan kasus dari kepustakaan.

Adenoid cystic Carcinoma

Rp 0Price
Quantity
    bottom of page